E – BUSINESS

Tips Verify PayPal Tanpa Kartu Kredit

 

 

Semenjak dimasukkannya Indonesia sebagai negara yang bisa masuk dalam daftar negara yang bisa withdraw dari PayPal maka iklim bisnis internet di Indonesia seakan mendapat angin segar yang semoga bisa mendongkrak penghasilan para pebisnis internet dari negara kita yang tercinta ini, Indonesia )

Namun masih ada sedikit masalah bagi beberapa kalangan tertentu yang terkadang sulit untuk bisa verify dan withdraw PayPal dikarenakan tidak mempunyai kartu kredit, seperti kalangan non karyawan atau kalangan karyawan perusahaan namun pendapatannya sesuai slip gaji masih di bawah 2.5 juta.

Alhamdulillah, ternyata saya diberi jalan untuk bisa mengatasi masalah tersebut di atas dengan mudah tanpa mengunakan kartu kredit ataupun VCC (Virtual Credit Card) sama sekali dan juga tidak memerlukan account bank Amerika untuk bisa melakukan withdraw dari PayPal serta hanya cukup menggunakan satu kartu itu saja )

Saya memakai kartu debit dari SFI Cash Card yang InsyaAllah lebih aman daripada kartu kredit pada umumnya, sebab kartu debit tidak bisa bernilai minus sebagaimana pada umumnya kartu kredit. Kartu debit ini saya peroleh secara GRATIS dan dikirimkan ke rumah saya lewat pos karena saya mengikuti affiliate program dari SFI (daftarnya pun juga GRATIS), syarat untuk bisa memperoleh kartu debit ini sangat mudah yaitu earning saya harus bisa mencapai minimal $50 kemudian saya diminta untuk mengisikan nomer KTP di bagian National ID.

Untuk affiliate SFI yang berasal dari non USA akan mendapat SFI Cash Card nya dari Globewallet Card. Kartu ini diterbitkan oleh Global Bank Of Commerce, LTD dengan mamakai logo VISA sehingga bisa dipakai ke semua ATM di Dunia yang berada dalam jaringan VISA. Semua prosedur untuk verify & withdraw PayPal dengan menggunakan kartu debit ini sama halnya dengan prosedur saat kita menggunakan kartu kredit dalam menu ” Add Card “.

Berikut ini adalah gambar dari kartu debit tersebut :
Silahkan klik gambar di bawah untuk melihatnya dalam ukuran yang lebih besar.

————————————————–

Mengimplementasikan E-Business di Indonesia

Electronic Commerce (eCommerce) merupakan salah satu buzzword yang sering diucapkan akhir-akhir ini. Apakah eCommerce itu? Bagaimana mengimplementasikan eCommerce di Indonesia? Siapkah Indonesia sebagai pemain (player)? Ataukah Indonesia akan menjadi pasar eCommerce saja? Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sulit dijawab. Ternyata tidak mudah mengimplementasikan eCommerce dikarenakan banyaknya faktor yang terkait dan teknologi yang harus dikuasai. Tulisan (report) ini diharapkandapat memberikan gambaran menyeluruh tentang teknologi apa saja yang terkait, standar-standar yang digunakan, dan faktor-faktor yang harus diselesaikan. Tulisan inibukan berorientasi kepada pemberian solusi, melainkan lebih ke arah penyediaan gambaran peta (Roadmap) dalam eCommerce. Jika pembaca merasakan bahwa komponen-komponen yang disebutkan di sini (yang semestinya dikuasai) sangat banyak dan membingungkan, memang demikian apa adanya.
Perkembangan teknologi (tele)komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” ini, mediaelektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis.
E-commerce merupakan extension dari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini. Sebagai contoh, usaha bisnis harus memiliki web site. Kepemilikan web site ini menentukan kredibilitas dari perusahaan, hampir sama dengan kepemilikan telepon bagi sebuah usaha bisnis. Beranikah anda melakukan bisnis dengan perusahaan yang tidak memiliki telepon? Meledaknya penggunaan Internet dan teknologi World Wide Web (WWW atau sering juga disebut Web saja) menyebabkan munculnya teknologi eCommerce yang berbasis
Definisi eCommerce

Teknologi Internet, seperti penggunaan protokol TCP/IP. Keuntungan yang diberikan dengan menggunakan teknologi ini adalah open platform yang tidak tergantung kepada satu vendor tertentu. Sayangnya teknologi yang dibuat di atas teknologi Internet ini masih banyak jenisnya dan banyak hal yang belum memiliki standar. Beberapa teknologi ini akan ditampilkan dalam report ini.Selain masalah-masalah teknis, ada banyak permasalahan yang berhubungan dengan hukum. Ini disebabkan eCommerce sudah menjangkau seluruh dunia (global) sehingga batasan negara (time and space) yang biasanya menjadi basis dari hukum menjadi rancu.
Di sisi lain, ada semacam ketakutan bahwa paradigma bisnis tanpa batas ini mungkin dapat menimbulkan krisis identitas atau integritas dan keutuhan ideologi sebuah bangsa. Hal ini sebetulnya tidak perlu ditakutkan apabila kita percaya akan keunikan dan kemampuan ideologi bangsa sendiri.

Saat ini belum ada definisi electronic commerce yang disepakati bersama sehingga sering terjadi kerancuan. Ada yang mengatakan bahwa eCommerce adalah web site yang digunakan untuk berdagang (semacam storefront), ada yang dimaksud eCommerce adalah EDI, dan seterusnya. Sebagai cantoh, berikut ini adalah definisi eCommerce diambil dari [2]:
E-Commerce is a dynamic set of technologies, applications, and businessprocess that link enterprises, consumers, and communities through electronic transactions and the electronic exchange of goods, services, and information.
Mengapa eCommerce
eCommerce memberikan beberapa keuntungan antara lain:
• Revenue stream yang baru yang mungkin sulit atau tidak dapat diperoleh melalui
cara konvensional
• Meningkatkan market exposure
• Menurunkan biaya operasi (operating cost)
• Memperpendek waktu product-cycle
• Meningkatkan supplier management
• Melebarkan jangkauan (global reach)
• Meningkatkan customer loyality
• Meningkatkan value chain dengan mengkomplemenkan business practice, mengkonsolidasikan informasi dan mebukanya kepada pihak-pihak yang terkait di dalam value chain.
Jenis eCommerce

Dengan melihat keuntungan-keuntungan di atas, maka kita merasa bahwa eCommerce merupakan suatu keharusan. Akan tetapi kita tidak dapat langsung terjun ke dalam tanpa mengerti pola bisnis atau model bisnis yang menjadi berubah dengan adanya eCommerce ini.

eCommerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C, retail). Kedua jenis eCommerce ini memiliki karakteristikyang berbeda.
Business to Business eCommerce memiliki karakteristik:
• Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan
(relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner
tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi
yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).
• Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
• Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu parternya.
• Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
Business to Consumer eCommerce memiliki karakteristik sebagai berikut:
• Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
• Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.
• Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
• Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server.
Perkembangan Business to Business lebih pesat daripada Business to Consumer. Itulah sebabnya banyak orang mulai bergerak di bidang Business-to-business. Meskipun demikian, Business-to-Consumer masih memiliki pasar yang besar yang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Tingginya PC penetration (teledensity) menunjukkan indikasi bahwa banyak orang yang berminat untuk melakukan transaksi bisnis dari rumah. Negara yang memiliki indikator PC penetration yang tinggi mungkin dapat dianggap sebagai negara yang lebih siap untuk melakukan eCommerce.

Business to Business eCommerce umumnya menggunakan mekanisme Electronic Data Interchange (EDI). Sayangnya banyak standar EDI yang digunakan sehingga menyulitkan interkomunikasi antar pelaku bisnis. Standar yang ada saat ini antara lain:
EDIFACT, ANSI X.12, SPEC 2000, CARGO-IMP, TRADACOMS, IEF, GENCOD, EANCOM, ODETTE, CII. Selain standar yang disebutkan di atas, masih ada formatformat lain yang sifatnya proprietary. Jika anda memiliki beberapa partner bisnis yang sudah menggunakan standar yang berbeda, maka anda harus memiliki sistem untuk melakukan konversi dari satu format ke format lain. Saat ini sudah tersedia produk yang dapat melakukan konversi seperti ini.
Pendekatan lain yang sekarang cukup populer dalam standarisasi pengiriman data adalah dengan menggunakan Extensible Markup Language (XML) yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). XML menyimpan struktur dan jenis elemen data di dalam dokumennya dalam bentuk tags seperti HTML tags sehingga sangat efektif digunakan untuk sistem yang berbeda. Kelompok yang mengambil jalan ini antara lain adalah XML/EDI group1.
Pada mulanya EDI menggunakan jaringan tersendiri yang sering disebut VAN (Value Added Network). Populernya jaringan komputer Internet memacu inisiatif EDI melalui jaringan Internet, atau dikenal dengan nama EDI over Internet.
Topik yang juga mungkin termasuk di dalam business-to-business eCommerce adalah electronic/Internet procurement dan Enterprise Resource Planning (ERP). Hal ini adalah implementasi penggunaan teknologi informasi pada perusahaan dan pada manufakturing. Sebagai contoh, perusahaan Cisco2 maju pesat dikarenakan menggunakan teknologi informasi sehingga dapat menjalankan just-in-time manufacturing untuk produksi produknya. Beberapa makalah yang membahas tentang peran serta teknologi informasi dalam bidang manufakturing antara lain: [4, 18].
1. XML/EDI Group <http://www.xmledi.net&gt;
2. Web site Cisco: <http://www.cisco.com&gt;

Business to Business $7 billion $327 billion
Business to Consumer $5 billion $70 billion

Servis yang harus tersedia

Business to Consumer eCommerce memiliki permasalahan yang berbeda. Mekanismeuntuk mendekati consumer pada saat ini menggunakan bermacam-macam pendekatanvseperti misalnya dengan menggunakan “electronic shopping mall” atau menggunakan konsep “portal”. Electronic shopping mall menggunakan web sites untuk menjajakan produk dan servis.
Para penjual produk dan servis membuat sebuah storefront yang menyediakan katalog produk dan servis yang diberikannya. Calon pembeli dapat melihat-lihat produk dan servis yang tersedia seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan window shopping. Bedanya, (calon) pembeli dapat melakukan shopping ini kapan saja
dan darimana saja dia berada tanpa dibatasi oleh jam buka toko. Contoh penggunaan web site untuk menjajakan produk dan servis antara lain:
• Amazon <http://www.amazon.com&gt;
Amazon merupakan toko buku virtual yang menjual buku melalui web sitenya. Kesuksesan Amazon yang luar biasa menyebabkan toko buku lain harus melakukan hal yang sama.
• eBay <http://www.ebay.com&gt;
Merupakan tempat lelang on-line.
• NetMarket <http://www.netmarket.com&gt; yang merupakan direct marketing dari Cendant (hasil merge dari HFC, CUC International, Forbes projects). NetMarket akan mampu menjual 95% dari kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
• contoh-contoh lainnya…
Konsep portal agak sedikit berbeda dengan electronic shopping mall, dimana pengelola portal menyediakan semua servis di portalnya (yang biasanya berbasis web). Sebagai contoh, portal menyediakan eMail gratis yang berbasis Web bagi para pelanggannya sehingga diharapkan sang pelanggan selalu kembali ke portal tersebut. Contoh portal antara lain:
• Netscape Home <http://home.netscape.com&gt;
• My Yahoo
• contoh-contoh lainnya…

Untuk menjalankan eCommerce, diperlukan beberapa servis atau infrastruktur yang mendukung pelaksanaan commerce. Servis-servis ini akan dibahas pada bagian (section) di bawah ini.
Directory Services Directory services menyediakan informasi tentang pelaku bisnis dan end user, seperti halnya buku telepon dan Yellow Pages. Ada beberapa standar yang digunakan untuk menyediakan directory services. Salah satu standar yang cukup populer adalah LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) yang kemudian menimbulkan OpenLDAP1.
1. <http://www.openLDAP.org&gt;
Domain Name Service (DNS) juga dapat dianggap sebagai salah satu jenis servis dari directory services. Konsep DNS digunakan untuk memetakan nama domain, host, mesin dengan nomor IP. Misalnya, dengan DNS dapat dipetakan nama
“www.netscape.com” ke nomor IPnya. Servis ini dibutuhkan karena manusia terbiasa dengan menggunakan nama sementara komputer (mesin) bekerja dengan menggunakan angka. Untuk menjalankan DNS dapat digunakan berbagai software, salah satu software yang paling banyak digunakan adalah BIND. Pengelolaan DNS merupakan salah satu sumber permasalahan. Indonesia mendapat domain “.ID” dan pengelolaannya dilakukan oleh IDNIC1. Salah satu permasalahan DNS adalah internationalisasi dari DNS (iDNS). Saat ini DNS hanya memungkinkan digunakan dengan menggunakan karakter ASCII saja. Padahal di dunia ini ada komunitas yang tidak menggunakan karakter ASCII, misalnya Jepang,
China, Taiwan, Tamil (di India), Thailand. Komunitas ini memiliki sejumlah populasi penduduk yang cukup besar yang tidak mengenal karakter ASCII. Untuk itu diperlukan sebuah sistem baru yang disebut iDNS dan iName2. Salah satu permasalahan yang mengganjal dalam penggunaan directory services adalah adanya potensi security hole, yaitu ada kemungkinan orang melakukan spamming. Spamming adalah proses pengiriman email sampah yang tak diundang (unsolicited emails) yang biasanya berisi tawaran barang atau servis ke banyak orang sekaligus. Seorang spammer dapat melihat daftar user dari sebuah directory services kemudian mengirimkan email spamnya kepada alamat-alamat email yang dia peroleh dari directory services tersebut.
1. <http://www.idnic.net.id&gt;
2. iDNS dan iName merupakan topik pembahasan dari Asia Pacific Networking Group (APNG), http://www.apng.org
Intfrastruktur Kunci Publik (Public Key Infrastructure)
Untuk menjalankan eCommerce, dibutuhkan tingkat keamanan yang dapat diterima. Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi, yaitu antara lain dengan menggunakan enkripsi untuk mengacak data. Salah satu metoda yang mulai umum digunakan adalah pengamanan informasi dengan
menggunakan public key system. Sistem lain yang bisa digunakan adalah private key system. Infrastruktur yang dibentuk oleh sistem public key ini disebut Public Key Infrastructure (PKI), atau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi Infrastruktur Kunci Publik (IKP), dimana kunci publik dapat dikelola untuk pengguna yang tersebar (di seluruh dunia). Komponen-komponen dari infrastruktur kunci publik ini akan dibahas lebih lanjut pada bagian berikut.
Certification Authority (CA). Merupakan sebuah body / entity yang memberikan dan mengelola sertifikat digital yang dibutuhkan dalam transaksi elektronik. CA berhubungan erat dengan pengelolaan public key system. Contoh sebuah CA di
Amerika adalah Verisign3. Adalah merugikan apabila perusahaan di Indonesia menggunakan fasilitas Verisign dalam transaksi eCommerce. Untuk itu di Indonesia harus ada sebuah (atau lebih) CA. Sayangnya, untuk menjalankan CA tidak mudah.
3. <http://www.verisign.com&gt;

Banyak hal teknis dan non-teknis yang harus dibenahi. (Catatan: penulis saat ini sedang
mengembangkan sebuah CA untuk Indonesia. Kontak penulis untuk informasi lebih
lanjut.) CA dapat diimplementasikan dengan menggunakan software yang komersial
(seperti yang dijual oleh Verisign) dan juga yang gratis seperti yang dikembangkan oleh
OpenCA1.
IPSec. Keamanan media komunikasi merupakan hal yang penting. Mekanisme untuk
mengamankan media komunikasi yang aman (secure) selain menggunakan SSL, yang
akan dijelaskan kemudian, adalah dengan menggunakan IP Secure. Plain IP versi 4,
yang umum digunakan saat ini, tidak menjamin keamanan data.
Pretty Good Privacy (PGP). PGP [7] dapat digunakan untuk authentication,
encryption, dan digital signature. PGP umum digunakan (de facto) di bidang eMail.
PGP memiliki permasalahan hukum (law) dengan algoritma enkripsi yang
digunakannya, sehingga ada dua sistem, yaitu sistem yang dapat digunakan di Amerika
Serikat dan sistem untuk internasional (di luar Amerika Serikat). Implementasi dari
PGP ada bermacam-macam, dan bahkan saat ini sudah ada implementasi dari GNU
yang disebut GNU Privacy Guard (GPG). Informasi tentang PGP dapat dilihat dari web
site berikut:
• PGP <http://www.pgp.com&gt;
• PGP Internasional <http://www.pgpi.com&gt;
Privacy Enhanced Mail (PEM). PEM merupakan standar pengamanan email yang
diusulkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF)2.
PKCS. Public Key Cryptography Standards.
S/MIME. Selain menggunakan PGP, pengamanan eMail dapat juga dilakukan dengan
menggunakan standar S/MIME. S/MIME sendiri merupakan standar dari secure
messaging, dan tidak terbatas hanya untuk eMail saja. Beberapa vendor EDI sudah
berencana untuk menggunakan S/MIME sebagai salah satu standar yang didukung
untuk messaging. Informasi mengenai S/MIME dapat diperoleh dari berbagai tempat,
seperti misanya:
• S/MIME Central <http://www.rsa.com/smime/&gt;
Secure Sockets Layer (SSL). Seperti dikemukakan pada awal dari report ini,
eCommerce banyak menggunakan teknologi Internet. Salah satu teknologi yang
digunakan adalah standar TCP/IP dengan menggunakan socket. Untuk meningkatkan
keamanan informasi keamanan layer socket perlu ditingkatkan dengan menggunakan
teknologi kriptografi. Netscape mengusulkan pengamanan dengan menggunakan
Secure Socket Layer (SSL) ini. Untuk implementasi yang bersifat gratis dan open
source, sudah tersedia OpenSSL project3. Selain SSL ada juga pendekatan lain, yaitu
dengan menggunakan Transport Layer Security (TLS v1).
1. <http://www.OpenCA.org&gt;
2. <http://www.IETF.org&gt;
3. <http://www.openSSL.org&gt;
Servis yang harus tersedia
8 Mengimplementasikan Electronic Commerce di Indonesia
SSH. SSH digunakan untuk mengakses host remote, sebagai pengganti penggunaan
cara telnet atau remote login lainnya yang tidak aman (yang sayangnya masih banyak
digunakan). SSH menggunakan enkripsi untuk mengamankan session remote login
tersebut.
• SSH Communications Security <http://www.ssh.fi&gt;
• SSH Frequently Asked Question <http://www.uni-karlsruhe.de/~ig25/ssh-faq/&gt;
VPN. Virtual Private Network adalah penggunaan media umum (public), seperti
Internet, untuk menghubungkan dua network sehingga seolah-olah merupakan private
network. Dengan cara ini diharapkan dapat dihemat biaya. Tentunya masalah keamanan
dan performance merupakan kunci kesuksesan dari VPN ini.
X.509. RFC 1422 berisi spesifikasi penggunaan PKI yang berbasis X.509 untuk aplikasi
PEM. Ini dijabarkan dalam dokumentasi PKIX dari IETF1. Standar yang digunakan
pada saat ini adalah certificate X.509 versi 3 dan Certificate Revocation List (CRL)
versi 2. Selain untuk aplikasi email, ada juga usaha dari IETF untuk menggunakan atau
menerapkan X.509 pada aplikasi-aplikasi Internet lainnya seperti LDAPv2, FTP,
HTTP, dan sebagainya.
1. <http://www.ietf.org/html.charters/pkix-charter.html&gt;
Messaging Messaging, baik dalam bentuk eMail maupun dalam bentuk lainnya, mendominasi
penggunaan media elektronik. Sebagai bandingan, jumlah pengguna eMail berlipat kali
dari jumlah pengguna Web. Standar yang digunakan untuk eMail bermacam-macam,
antara lain: SMTP, ESMTP, X.400, POP3, IMAP4. Selain standar di atas, masih banyak
sistem eMail lain yang memiliki format dan protokol yang proprietary seperti Lotus
Notes, cc:Mail, sistem yang berbasis X/Y/Z-modem, dan sebagainya.
Electronic Payment Pembayaran dengan menggunakan media elektronik merupakan sebuah masalah yang
belum tuntas. Ada berbagai solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah electronic
payment, antara lain:
• Standards: SET2, Mondex3
• Electronic money: e-cash [8, 11], digicash4, CyberCash5, iKP6
• Virtual wallet [13], EMV electronic purse7
• Credits and debits on the Internet [17], First Virtual8.
2. <http://www.mastercard.com/set/set.html&gt;
3. <http://www.modex.com&gt;
4. <http://www.digicash.com&gt;
5. <http://www.cybercash.com&gt;
6. <http://www.zurich.ibm.com/Technology/Security/extern/ecommerce/iKP.html&gt;
7. <http://www.visa.com/cgi-bin/vee/sf/chip/circuit.html&gt;
8. <http://www.fv.com&gt;
Servis yang harus tersedia
Mengimplementasikan Electronic Commerce di Indonesia 9
• Internet banking [12] beserta group yang terlibat di dalamnya, seperti kelompok
Open Financial Exchange (OFX)1 yang dimotori oleh CheckFree Corporation,
Intuit, dan Microsoft beserta institusi finansial lainnya.
• Stocks and trading [2, 19]
• Smartcards: introduction [6], CLIP2, ISO 7816 (beserta seluruh bagian/part-nya),
Java Card, Open Card Framework.
• Regulatory issues [10]
• Internet economics, digital money
• Internet payment protocol, ePurse protocol
• Micropayments, yaitu pembayaran dalam jumlah yang sangat kecil (misalnya untuk
membaca web site dicharge 0.25c/halaman): Millicent3
• Electronic check: FSTC Electronic Check Project4
1. <http://www.ofx.net/ofx&gt;
2. <http://www.europay.com/brand/clip.html&gt;
3. <http://www.millicent.digital.com&gt;
4. <http://fstc.org/projects/echeck/echeck2.html&gt;
Knowledge management
dan Datawarehose
Informasi (dan dalam bentuk knowledge) merupakan salah satu komoditi yang dapat
dijual. Untuk itu teknologi yang berhubungan dengan knowledge management dan
datawarehouse merupakan sebuah teknologi yang harus dikuasai.
Privacy Masalah privacy menjadi salah satu kunci keberhasilan penggunaan eCommerce. Setiap
negara memiliki kebijaksanaan yang berbeda dalam masalah privacy. Organisasi
masyarakat mulai muncul untuk memastikan bahwa privacy masyarakat dilindungi dan
tidak diabuse dengan penggunaan media elektronik ini. Sebagai contoh, bagaimana
menjamin anonimity dari pembayaran seperti halnya penggunaan uang kertas? Di satu
sisi, pengguna yang baik dan jujur harus dilindungi sementara pemerintah harus dapat
melakukan tracing untuk pengguna yang jahat. Beberapa tempat yang membahas
masalah privacy antara lain:
• Truste <http://www.truste.org&gt;
• W3 Consortium on Platform for Privacy Preferences (P3P)
<http://www.w3.org/P3P/&gt;
• Online Privacy Alliance <http://www.privacyalliance.org&gt;
Keamanan (Security) Secara umum, keamanan merupakan salah satu komponen atau servis yang dibutuhkan
untuk menjalankan eCommerce. Beberapa bagian dari keamanan ini sudah dibahas di
atas dalam bagian tersendiri, seperti Infrastruktur Kunci Publik (IKP), dan privacy.
Untuk menjamin keamanan, perlu adanya kemampuan dalam bidang ini yang dapat
diperoleh melalui penelitian dan pemahaman. Beberapa topik (issues) yang harus
dikuasai antara lain akan didaftar di bawah ini.
Teknologi Kriptografi. Teknologi kriptografi menjelaskan bagaimana mengamankan
data dengan menggunakan enkripsi. Berbagai sistem sudah dikembangkan seperti
Kerangka kerja eCommerce
10 Mengimplementasikan Electronic Commerce di Indonesia
sistem private key dan public key. Penguasaan algoritma-algoritma populer digunakan
untuk mengamankan data juga sangat penting. Contoh algoritma ini antara lain DES,
IDEA, RC5, RSA dan ECC (Ellliptic Curve Cryptography). Penelitian dalam bidang ini
di perguruan tinggi merupakan suatu hal yang penting.
Standarisasi. Banyaknya teknologi yang tersedia akan membingungkan bagi pelaku
eCommerce apabila tidak adanya standarisasi yang diadopsi oleh Indonesia. Di sini
badan standarisasi memiliki peran yang penting. Pemilihan standar diharapkan dapat
menimbulkan lingkungan yang kondusif untuk eCommerce.
Konsultan keamanan. Konsultan, organisasi, dan institusi yang bergerak di bidang
keamanan dapat membantu meningkatkan dan menjaga keamanan. Contoh organisasi
yang bergerak di bidang ini adalah IDCERT.
Kerangka kerja eCommerce
Kerangka kerja (framework) dari eCommerce memiliki beberapa komponen, antara
lain:
• National Information Technology Committee (on eCommerce). Komite ini
bertanggung jawab untuk memformulasikan Information Technology, specifically
eCommerce, di Indonesia. Komite ini dapat membuat working group untuk meneliti
penggunaan teknologi informasi lebih lanjut. Berbagai pihak yang terlibat dalam
bidang commerce dan electronic commerce sebaiknya terwakili dalam komite ini,
misalnya adanya wakil dari Perbankan.
• Communication Infrastructure
• EC/EDI standards / infrastructure. Menentukan standar yang dapat diterima oleh
semua pihak merupakan salah satu kunci utama.
• Cyberlaw: EC laws, Electronic Security laws.
• Customers & related organizations
Cyberlaw Masalah hukum dan eCommerce merupakan hal yang problematik. Banyak hal yang
tidak dapat berjalan dengan sempurna karena masalah hukum. Salah satu contoh adalah
masalah hukum dari penggunakan teknologi kriptografi, algoritma enkripsi, dan hal-hal
yang berhubungan dengannya. Setiap negara memiliki hukum sendiri-sendiri. Ada
negara yang membatasi penggunaan kriptografi (misalnya mengharuskan penggunaan
algoritma yang memiliki key escrow, atau membatasi panjang kunci yang boleh
digunakan) sampai kepada yang membebaskan penggunaanya. Beberapa algoritma
enkripsi dipatentkan sehingga menyulitkan penggunaannya.
Beberapa topik yang harus dibahas dalam masalah cyberlaw antara lain: contract law,
electronic transaction, penggunaan digital signature, intellectual property right (IPR),
trade mark, copyright, data protection, trade secrets, computer crime, fraud, taxation,
anti-trust, dan lain-lain seperti yang berhubungan dengan WIPO. Informasi yang
berhubungan dengan Cyberlaw:
• International law update di LawMoney.com <http://www.lawmoney.com&gt;
Infrastruktur eCommerce di Indonesia
Mengimplementasikan Electronic Commerce di Indonesia 11
Di Indonesia, masalah cyberlaw merupakan hal yang baru. Kelihatannya kita masih
tertinggal dari negara-negara tetangga kita seperti Singapore dan Malaysia. Tentunya
ada usaha-usaha untuk mengejar ketinggalan ini.
Infrastruktur eCommerce di Indonesia
Berikut ini adalah evaluasi dari infrastruktur eCommerce yang ada di Indonesia.
National eCommerce center Di Indonesia saat ini belum ada suatu pusat eCommerce yang bersifat nasional. Adanya
pusat eCommerce dapat digunakan sebagai sumber referensi atau acuan bagi pelaku dan
end user dari eCommerce dan juga tempat untuk mengembangkan penelitian.
Public Key Infrastructure Saat ini belum banyak infrastruktur yang siap digunakan untuk eCommerce. Sebagai
contoh, pada saat report ini ditulis, public key server yang sudah dapat digunakan oleh
umum yang berada di Indonesia baru ada satu (di lab kami1) dan sifatnya masih riset
dan belum fully production. Tentu saja pemakai bisa menggunakan public key server
yang berada di luar negeri (seperti yang berada di MIT atau Verisign). Akan tetapi
penggunaan key server di luar negeri untuk transaksi di dalam negeri menjadi aneh dan
membebani link dari Indonesia ke luar negeri yang sudah saturasi.
1. ic.vlsi.itb.ac.id using PKS http://web.mit.edu/marc/www/pks/pks.html
Bank, Financial Institutions,
Insurance
Bank, financial institutions, insurance memiliki peran penting. Sayangnya komponen
ini belum banyak yang siap melakukan eCommerce. Beberapa bank sudah mulai
menyelenggarakan electronic banking dan bahkan ada yang mulai menggunakan
Internet banking (seperti BII2, Bank Lippo, dan Bank Bali3).
Sistem perbankan di Indonesia juga menyulitan untuk melakukan transaksi dengan
menggunakan mata uang lain, seperti misalnya dengan menggunakan mata uang Dolar
Amerika (US Dollar). Sebagai contoh, apabila ada sebuah electronic shop (eshop)
menjual dagangannya seharga US$5 kepada seorang pelanggan di luar negeri, maka
akan sulit untuk menguangkan US$5 tersebut. Untuk melakukan transaksi dengan credit
card, uang sebesar itu kurang efektif. Sementara penggunaan check juga menyulitkan.
Untuk menguangkan cheque US$5 membutuhkan waktu yang cukup lama (bermingguminggu)
dan dikenakan service charge yang cukup besar. Sehingga akibatnya akan
menyulitkan untuk melakukan transaksi electronic secara kecil-kecilan.
2. <http://www.bii.co.id&gt;
3. <http://www.bankbali.co.id&gt;
Government agencies Pemerintah harus siap agar eCommerce dapat berjalan. Beberapa departemen, lembaga,
dan badan yang harus siap antara lain:
• Pabean (customs). Kelihatannya sudah ada usaha untuk menggunakan EDI.
• Departemen Keuangan
• Biro Pusat Statistik. Sudah terhubung ke Internet.
Infrastruktur eCommerce di Indonesia
12 Mengimplementasikan Electronic Commerce di Indonesia
• Bakosurtanal1. Penyedia informasi dalam bentuk peta.
• Badan Standarisasi yang memberikan arahan tentang standar-standar yang dapat
digunakan di Indonesia. Sebagai contoh, di Amerika Serikat mengeluarkan standar
untuk Digital Signature (DSS): <http://csrc.nist.gov/encryption&gt;
1. <http://www.bakosurtanal.go.id&gt;
Security agencies Keamanan merupakan komponen yang vital dalam pelaksanaan eCommerce. Masih
banyak yang belum menyadari bahwa keamanan (security) merupakan sebuah
komponen penting yang tidak murah. Saat ini masih banyak yang menganggap
keamanan for granted. Security agencies yang berhubungan dengan masalah keamanan
informasi di Indonesai masih langka. Saat ini hanya ada Indonesian Center of
(Computer) Emergency Response Team (ID-CERT)2. Security Incident Response Team
(SIRT) seperti IDCERT sangat dibutuhkan. Di linkungan Asia Pacific, para CERT dan
SIRT bergabung dalam bentuk koordinasi dengan APSIRC (Asia Pacific Security
Incident Response Coordination) yang merupakan bagian dari Asia Pacific Networking
Group (APNG)3.
Di sisi pemerintah, peranan Lembaga Sandi Negara sangat penting. Lembaga ini
bekerjasama dengan perguruan tinggi dan institusi lainnya untuk mengembangkan
keamanan.
Selain organisasi IDCERT dan lembaga pemerintah seperti Lembaga Sandi Negara,
masih dibutuhkan konsultan yang bergerak dalam bidang keamaman. Konsultan inilah
yang terjun langsung membantu para pelaku dan pengguna eCommerce. Pekerjaan yang
dilakukan sangat banyak (lahan masih lebar) dan membutuhkan bantuan dari semua
pihak.
2. <http://www.paume.itb.ac.id/rahard/id-cert&gt;
3. <http://www.apng.org&gt;
Network Providers Di Indonesia, ada lebih dari 20 Internet Service Provider (ISPs) / Penyedia Jasa Internet
(PJI) yang aktif. Para PJI ini tergabung dalam asosiasi yang disebut APJII4. Link ke luar
Indonesia saat ini diberikan oleh Indosat5 dan Satelindo6. Kesuksesan eCommerce
bergantung kepada kenyamanan penggunaan sistem. Hubungan Internet ke luar
Indonesia masih dapat dikatakan lambat, dan tidak nyaman. Link yang lambat ini sering
menimbulkan timeouts sehingga beberapa servis menjadi terganggu. Ada kasus dimana
kelambanan link Internet menyebabkan kesulitan untuk mengembangkan Internet
Banking. Apabila seorang pemakai gagal untuk memberikan identifikasinya dalam
beberapa kali mencoba (misalnya tiga kali gagal memberikan password karena link
lambat sehingga timeout), maka account yang bersangkutan tidak dapat diakses secara
online. Untungnya di dalam Indonesia sendiri sudah ada usaha untuk mengadakan
Internet Exchange, IIX, sehingga hubungan antar ISP di Indonesia tidak perlu ke luar
negeri seperti sebelumnya dan kecepatan link antar ISP menjadi lebih tinggi.
4. <http://www.apjii.or.id&gt;
5. <http://www.indosat.co.id&gt;
6. <http://www.satelindo.co.id&gt;
Topik-topik lain
Mengimplementasikan Electronic Commerce di Indonesia 13
Topik-topik lain
Penggunaan media elektronik mengundang perubahan pada sistem yang sudah lama
kita gunakan. Beberapa topik yang membutuhkan pembahasan yang lebih mendalam
antara lain.
Sumber Daya Manusia Nampaknya masalah sumber daya manusia yang menguasai bidang eCommerce ini
masih minim di Indonesia. Jangankan di Indonesia, di luar negeri pun hal ini masih
menjadi masalah yang cukup serius. Untuk itu perlu digalang usaha-usaha untuk
mendapatkan SDM baru dan meningkatkan kualitas SDM yang sudah ada sehingga kita
mampu bersaing di dunia global. Salah satu kendala di Indonesia adalah masalah
ketersediaan informasi, seperti tersedianya buku-buku referensi, journal, majalah yang
membahas masalah eCommerce. Kalaupun ada, harganya di luar jangkauan. Salah satu
cara yang ditempuh penulis adalah membuat buku dalam bahasa Indonesia, seperti
misalnya [16].
Adanya usaha untuk memperbanyak dan meningkatkan SDM dalam bentuk pendidikan
yang formal perlu ditingkatkan. Usaha-usaha yang dapat dilakukan adalah dengan
menyediakan kuliah yang mendukung topik-topik eCommerce atau dengan
menyelenggarakan workshop, seminar, pelatihan dengan topik tersebut. Bahkan penulis
lebih jauh lagi mengusulkan adanya program studi yang khusus mendalami masalah
eCommerce ini.
Penutup
Seperti telah disajikan dalam report ini, banyak masalah yang menghambat
perkembangan eCommerce. Selain masalah penguasaan teknologi, ada juga masalah
yang bersifat non-teknis. Kesemua masalah tersebut diharapkan dapat diselesaikan atau
dapat diterima (live with it).
Indonesia kelihatannya masih tertinggal dalam hal penguasaan eCommerce ini. Usahausaha
untuk memperkecil ketinggalan dan meningkatkan kemampuan di bidang
eCommerce perlu medapat dukungan dari semua pihak (pemerintah, pelaku bisnis, dan
pengguna).
Berhubung dunia eCommerce ini berkembang dengan cepat, informasi yang diberikan
dalam dokumen ini mungkin sudah kadaluwarsa, atau link-link yang diberikan sudah
berpindah tempat. Untuk itu, kami mengharapkan umpan balik dari pembaca.

 ————————————————–

 

Provider E-Business

Dikirim Uncategorized pada Desember 2, 2007 oleh alekateepis

 

 

Saltanera Teknologi

Selamat datang di Saltanera Teknologi. Saltanera adalah sebuah perusahaan penyedia solusi e-business yang berada di Indonesia. Kami menyediakan solusi bagi organisasi-organisasi yang dinamis. Solusi yang kami berikan kepada setiap client tidak hanya berdasarkan atas sudut pandang teknologi, melainkan juga dilihat dari sudut pandang bisnis.

Saltanera selalu fokus untuk mencari cara-cara baru yang dapat menggabungkan teknologi yang ada saat ini untuk dapat meningkatkan nilai kompetitif dari client kami. Kami akan membantu setiap client untuk menjadi lebih baik, lebih efektif, dan lebih efisien melalui pemanfaatan teknologi.

Produk Software dari Saltanera

Saltanera menawarkan produk dan solusi yang dapat membantu suatu perusahaan atau organisasi untuk menjalankan bisnisnya secara lebih responsif, dinamis, dan kompetitif. Solusi untuk enterprise yang kami sediakan adalah:

  1. Saltanera DynamicFlow – Solusi komprehensif Business Process Management (BPM) untuk merancang, membangun, menjalankan, mengontrol, dan mengoptimalkan proses bisnis yang terdapat pada perusahaan/organisasi Anda.
  2. Saltanera QualityPlus – Membantu perusahaan dalam pelaksanaan dan pemenuhan standar manajemen kualitas, yaitu ISO 9000.

Layanan Saltanera

Layanan-layanan yang kami sediakan ditujukan untuk mengatasi masalah klasik dalam bisnis: bagaimana meningkatkan performansi dan revenue secara efektif dan efisien. Layanan yang kami sediakan dapat dikategorikan dalam 3 jenis, yaitu:

  1. Layanan Teknologi
  2. Layanan Konsultasi
  3. Layanan Outsourcing

Resource bagi Developer

Saltanera DevSpace™ menyediakan berbagai resource bagi developer. Anda dapat memperoleh tutorial, artikel, dokumentasi, dan lain sebagainya.

Kontribusi Saltanera bagi Dunia Open Source

Sebagai kontribusi kepada komunitas open source, Saltanera meluncurkan proyek open source yang kami beri nama Klorofil Collaboration Project.

Tujuan dari proyek open source tersebut adalah untuk membantu berbagai organisasi, perusahaan, termasuk software vendor, dan developer yang ingin membangun aplikasi berskala enterprise dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP.

————————————————–

 

 

All About E-Busines

Definition                                        

E-Commerce : merupakan satu set dinamis teknologi , aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan , konsumen dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang , pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

E-Business    : merupakan kegiatan bernisnis di Internet yang tidak saja pembelian, penjualan dan jasa, tapi juga pelayanan pelanggan dan kerja sama dengan rekan bisnis (bail individual maupun instansi).

Positive and Negative

Dampak Positive E-Commerce dan E-Business:

1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.

2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).

3. Menurunkan biaya operasional(operating cost).

4. Melebarkan jangkauan (global reach).

5. Meningkatkan customer loyality.

6. Meningkatkan supplier management.

7. Memperpendek waktu produksi.

8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan)

…………………………………………………………………………………..

Dampak negatif E-Commerce dan E-Business :

1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.

2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.

3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.

4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.

5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.

6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja , ketidakjujuran , praktek bisnis yang tidak benar , kesalahan faktor manusia , kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.

Security Beberapa metode pengamanan data dalam transaksi E-Commerce dan E-Bussines : Kriptografi Public Key : merupakan sistem asimetris (tidak simetris) menggunakan beberapa key untuk pengenkripsian yaitu public key untuk enkripsi data dan private key untuk dekripsi data. Public key disebarkan ke seluruh dunia sementara private key tetap disimpan. Siapapun yang memiliki public key tersebut dapat mengenkripsi informasi yang hanya dapat dibaca oleh seseorang yang memiliki private key walaupun anda belum pernah mengenal bahkan tidak tahu sama sekali siapa yang memiliki public key tersebut. Contoh : Elgamal , RSA , DSA. Keuntungan : memberikan jaminan keamanan kepada siapa saja yang melakukan pertukaran informasi meskipun diantara mereka tidak ada persetujuan mengenai keamanan data terlebih dahulu maupun saling tidak mengenal satu sama lain.

————————————————–

 

What is Internet Marketing???

Tuesday, August 16th, 2005

Setelah membaca majalah MARKETING (edisi 08/V/Agustus 2005) muncul pertanyaan besar: apa definisi Internet Marketing itu sebenarnya? Keraguan muncul (kembali) setelah membaca artikel-artikel di majalah ini. Kok seperti mengalami kemunduran…. Beberapa uraian pada majalah itu adalah: Internet Marketing di Indonesia, antara Mimpi dan Realitas (hal. 26-28) “…Sebenernya apa sih definisi dari Internet Marketing? Untuk soal definisi, beberapa pakar atau pengamat tampaknya tidak sepakat dalam soal definisi. Valens Riyadi, pengamat IT misalnya, menganggap internet marketing tersebut hanya berkisar pada perusahaan yang benar-benar memanfaatkan internet sebagai satu-satunya marketing channel. Artinya dia tidak menganggap perusahaan yang memiliki produk atau perusahaan di dunia nyata dan juga di dunia maya sebagai internet marketing. Sebaliknya, Bob Julius Onggo lebih luas lagi memandang definisi internet marketing. Menurutnya, setiap perusahaan yang sudah memanfaatkan internet untuk tujuan promosi pun telah melakukan internet marketing. Definisi yang menjembatani keduanya adalah berasal dari Rudianto Prabowo, Pengamat e-bussiness ini melihat perusahaan yang melakukan internet marketing ada dua perspektif. Pertama adalah perusahaan brick and click. Artinya perusahaan yang melakukan transaksi di dua channel (offline dan online). Kedua adalah perusahaan pure play, artinya perusahaan yang benar-benar melakukan transaksi hanya di dunia maya. DI luar itu adalah perusahaan brick and mortar, yakni perusahaan pada umumnya yang hanya ada di dunia nyata. Rafi A Mohammed dalam bukunya Internet Marketing mendifinisikan internet marketing sebagai proses dalam membangun dan mempertahankan customer relationship melalui aktivitas online yang merupakan pertukaran ide, produk, jasa yang dapat memenuhi kepuasan pelanggan. Berdasarkan definisi ini terlihat pada internet marketing terkadung aktivitas yang merupakan transaksi online, baik ide, produk maupun jasa yang ujung-ujung nya adalah kepuasan pelanggan.Definisi ini merupakan pengembangan dari definisi marketing sendiri yang mencakup hal-hal seperti proses, transaksi, produk, jasa dan kepuasan pelanggan. Penekanan transaksi agaknya cukup ditekankan oleh Rafi. Oleh karenanya, perusahaan yang hanya sekedar menempel profil perusahaan di internet tidak disinggung dalam bukunya, karena perusahaan ini hanya menjalankan sebagian kecil aktivitas pemasaran. …” Masih ada beberapa artikel-artikel mengenai Internet Marketing pada majalah ini, untuk lebih lengkapnya silahkan download PDF file yang berisi hasil scan beberapa halaman dari majalah tersebut (koreksi: bukan beberapa halaman, tapi seluruh halaman yang mengulas mengenai Internet Marketing).

Pada bagian lain dituliskan secara jelas bahwa website yang mewakili Internet Marketing hanyalah Google, Yahoo, Detik.com, KCM.com, weddingku.com, mobilku.com (sebagai website penjual jasa atau informasi dan berpenghasilan utama dari pemasang iklan atau banner) kemudian ada Amazon.com, Indokado.com, lipposhop.com (ketika masih ada), bhinneka.com yaitu sebagai website yang membuka atau melakukan transaksi secara online dan transaksi tersebut adalah satu-satu nya sumber revenue website tersebut. Kalau seperti itu, lalu termasuk apakah friendster.com, flickr.com, yang tidak ada informasi atau jasa yang mereka jual melainkan hanya fun. Banyak juga website-website game online, pay virtual chat, masuk kemana juga website-website yang fungsi nya adalah media promosi atau branding dari sebuah produk seperti website Coca-Cola. Apakah coca-cola pernah menjual sebotol atau bahkan 1 krat coca-cola melalui web nya? Apakah coca-cola mencari keuntungan dari membuka space-space banner? Apakah dengan demikian website coca-cola tidak mendukung penjualan dari coca-cola itu sendiri? Kalau memang tidak kenapa semua website coca-cola dari masing-masing negara saling berkompetisi untuk membuat website coca-cola yang bagus? Apakah website coca-cola melakukan Internet Marketing?

Pada buku Deep Branding On The Internet, Marc Braunstein & Edward H. Levine, dikatakan bahwa Internet Bussiness yang sesungguh nya adalah website yang menggantungkan seluruh bisnis nya pada jalur internet. Yang masuk dalam kategori ini adalah perusahaan website portal seperti Yahoo, Msn. Hal ini termasuk juga perusahaan-perusahaan Internet Service Provider (ISP). Terdapat juga dibuku Webmastering fo Dummies, Daniel A. Tauber & Brenda Kienan, terdapat penjelasan: “… Way back in the nether years of the Internet, lots of people thought e-commerce meant plain and simply bussiness selling online (to consumers). But that was before the world wide imagination kicked in. These dayas, business-to-business (b2b) Web sites are as common as business-to-consumer (b2c) sites, and a staggering array of business activities take place online, ranging from small to to the mighty, and from sales to collaborative product development and more. Commerce is business, and e stands for electronic, so e-commerce, friends, is bussiniess conducted electronically. All business. (or should we say all kinds of business.) E-commerce includes creatingm managing, conducting and extending commercial relationships by using th Internet as a vehicle. Of course selling is one e-commerce activity, but even selling via th Internet ca take many forms, including Selling directly to consumers: Selling via web site with a transaction system Providing purchase support: Offering (on th Web site) all the relevant information necessary to make a buying decision, along with a method for finding a brick-and-mortar location where customers can actually buy the product. Generating leads: Providing product info and enabling customers to contact a sales rep Offering aggregate buying: Allowing groups of cutomers to pool their orders to get volume dicounts from the seller. B2C in action Beyond simple and not-so-simple sales scenarios, b2c e-commerce can take many forms. Think back to our big-picture list of potential purpose a Web site can fulfill – sell, educate, inform, promote, entertain, research and report, build or serve community, facilitate collaboration, you know the drill. B2B in action It’s been said that b2b is where it’s at. As of this writing, reserchers and pundits alike have predicted an explosion of b2b activity. Like b2c Web sites, b2b sites cab run the gamut. They can sell, educate, inform, promote, entertain, research and report, build or serve community, or facilitate collaboration and work flow. …”

Jadi sebenarnya apa itu definisi Internet Marketing atau Internet Bisnis? Apakah sedangkal yang ditulis pada majalah Marketing? Definisi yang ditulis disana rasanya memang tepat dibaca pada saat jaman internet booming di Indonesia. Mungkin sekitar tahun 1997 s/d 2000. Tapi untuk saat sekarang internet sudah berkembang begitu luas dan jauh. Internet Bisnis atau Marketing tidak melulu jualan online (transaksi lewat internet), revenue dari banner space, search engine placement, email marketing dan teknik-teknik tradisional lainnya. Website (kini) sudah menjadi tempat berkumpul komunitas, media komunikasi tanpa batas, tempat aktualisasi diri, pendukung bisnis nyata, media pendukung brand, dan lainnya, dan lainnya, dan lainnya. (Menggambarkan peluang bisnis online sama tidak mungkin nya mendeskripsikan jenis-jenis bisnis dunia nyata, terlalu banyak!) Dalam dunia berjualan pasti ada 2 jalan. Langsung berjualan dan berjualan dengan promosi. Kedua ujungnya adalah ROI (Return of Investment). Jika media internet Indonesia (saat ini) mempunyai hambatan dalam keamanan transaksi online maka celah bisnis nya adalah berada dijalan yang satu lagi. Internet sebagai media promosi merupakan ‘lahan basah’ saat ini. Hanya saja semua kembali lagi bergantung dari strategy promosi dalam media tersebut. Mana yang lebih menarik: “Beli produk saya!” atau “produk ini sangat tepat untuk Anda, karena produk ini memberikan keuntungan bla bla bla…” Terima kasih kepada majalah Marketing (HANYA) karena mengejawantahkan optimisme nya terhadap perkembangan Internet Marketing di Indonesia.

 ————————————————–

 

~ oleh wasiit07 pada Desember 16, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: