BioMetrics

ARTIKEL 1

NITGEN NAC-3000 / NAC-3000R : Fingerprint Time Attendance & Access Control

NAC-3000 merupakan solusi yang tercanggih dan terkokoh untuk kelas Standalone Fingerprint, cocok untuk semua jenis usaha, terutama industri-industri. NAC-3000 dilengkapi dengan software absensi dan akses kontrol.

NAC-3000 memiliki sensor yang tahan gores, keypad metal ( tidak mudah rusak ), dan casing yang kokoh.

Berikut ini adalah beberapa spesifikasi software absensi :

  • Jumlah total pemakai (user) maksimum 4.000 orang per unit.

  • Berbagai indikator validasi absensi yang memudahkan karyawan untuk memastikan bahwa absensinya sudah tercatat, yaitu :

1. Nomor ID tertampil di layar LCD

2. Nada ‘beep’ pendek terdengar

3. Panduan Suara terdengar

4. Lampu LED menyala

  • Penjadualan flexible, dan memungkinkan untuk penjadualan multi shift untuk industri.

  • Perhitungan keterlambatan, pulang cepat, lembur, dan jumlah jam kerja.

  • Fasilitas mencatat : sakit, ijin, dan cuti.

  • Jangka laporan bisa harian, bulanan, laporan bentuk terperinci, dan rekapituliasi.

  • Bisa beroperasi secara stand-alone, komputer tidak perlu dinyalakan pada saat jam absensi.

  • Bisa dioperasikan secara jaringan TCP/IP, database akan terkumpul pada sebuah komputer saja.

  • Bisa difungsikan ganda, yaitu untuk absensi dan akses kontrol ( buka tutup pintu ).

 

Absensi Cepat : < 1 Detik Verifikasi

( rata-rata 20 karyawan/menit termasuk waktu untuk antri + scan jari )

Cara Absen Mudah : Langsung Scan Jari Tanpa Menekan Nomor ID Dahulu

( namun bisa juga dengan didahului menekan nomor ID )

     

Harga sudah termasuk alat absen, software absensi standard ( Nitgen Access Manager + Nitgen Time Attendance Manager ), Power Supply standard, dan manual.  Power Supply with Battery Backup dibeli terpisah. Garansi 1 tahun.

       

No

Spesifikasi

Keterangan

1

Kapasitas pemakai

4000 fingerprint templates

2

Memory absensi

3000 log transaksi

3

Display

LCD 128 x 64 pixel, 4 baris

4

Jenis sensor

Optical, tahan gores, motion detect

5

Resolusi sensor

500 dpi

6

FRR / FAR

0.1%  /  0.00001%

7

Komunikasi

Ethernet TCP/IP; RS-232; Wiegand (26 bit / 36 bit)

8

Kecepatan data ke komputer

10 Mbps ( Ethernet ) atau 112 Kbps ( RS-232 )

9

Panjang kabel ke komputer max.

100m (Ethernet);  20m (RS-232)

10

Kecepatan Verifikasi Absen

Kurang dari 1 detik

11

Penanda Keberhasilan Absen

Tampilan di LCD dan panduan suara

12

Metode Verifikasi

Fingerprint, Password (PIN), Kartu RF/Proximity

13

Jumlah jari direkam

1 atau 2 jari per karyawan

14

Panjang nomor ID

4 hingga 15 digit

15 Mode Pengoperasian Alat a. SO ( Pencocokan hanya di alat, Log tidak disimpan ), utk Access Control
b. NL ( Pencocokan di alat, Log disimpan )
c. NS ( Pencocokan di alat atau komputer, Log disimpan )
16 Mode otentifikasi 1:1 , 1:N , Group , Shoft ID Matching
17 Tombol Fungsi F1, F2, F3, F4
18 Fasilitas Access Control Relay 3A, Time Zones
19 Material Plastic ABS
20 Ukuran 201.5(W) x 135 (L) x 45 (H)
21 Temperatur Operasional -20 hingga 60 Celcius
22 Power Supply 12 VDC
23 Sertifikasi MIC, CE FCC, ISO 9001, ISO14001
24 Software Database Format Microsoft Access or Microsoft SQL Server

 

INFORMASI HARGA

No Type Keterangan Harga
1  NAC-3000  Fingerprint Time Attendance & Access Control USD 1,200.00
2  NAC-3000R  Fingerprint Time Attendance & Access Control, with RF Card Reader USD 1,400.00
3  BP123+B7  Power Supply with Battery Backup ( 12 VDC, 7 Ah ), optional USD 100.00
4  HID Card Thick  HID Prox-Card II, 26 bit ( 1.5 mm ), tebal, putih polos (NAC-3000R) USD 4.00
5  HID Card Thin  HID Prox-Card II, 26 bit ( 0.88 mm ), tipis, putih polos (NAC-3000R) USD 7.00
Perlengkapan Tambahan Untuk Access Control
6  ESL112-SF  Electric Strike Lock – Safe ( pintu kayu/aluminium, single swing ) USD 50.00
7  ESL112-SC  Electric Strike Lock – Secure ( pintu kayu/aluminium, single swing ) USD 50.00
8  EL600-S  EM Lock 600 Lbs ( pintu kayu, aluminium, besi, geser/single swing ) USD 100.00
9  EL-1200-S  EM Lock 1200 Lbs ( pintu kayu, aluminium, besi, geser/single swing ) USD 145.00
10  DBL-200-S  Electric Dropbolt, Fail Safe ( untuk pintu kaca, double swing ) USD 130.00
11  DBL-201-S  Electric Dropbolt, Fail Secure ( Untuk pintu kaca, double swing ) USD 230.00
12  SW-20S  Exit Push Button USD 18.00
13  SW-20P  Exit Push Button – Plastic USD 8.00
* Untuk perlengkapan Access Control, lengkapnya silakan lihat pada bagian ‘Card Access Control’

ARTIKEL 2

Mendisiplinkan Karyawan dengan Biometrik

Edisi 42/September 2007

Tuhan menciptakan manusia dengan memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Bagian-bagian tubuh manusia tidak ada yang sama antara satu sama lain. Oleh karena itulah bagian-bagian tubuh manusia seringkali digunakan untuk mengetahui identitas seseorang.

Tak heran apabila sejak beberapa abad yang lalu sidik jari digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi. Contohnya adalah VOC yang di masa zaman penjajahan kerap menggunakan sidik jari sebagai tanda yang sah dalam melakukan proses authentifikasi dengan tujuan-tujuan tertentu. Sampai kini sidik jari masih kita gunakan dalam hal-hal yang berkaitan dengan proses authentifikasi seperti pembuatan KTP, SIM, dan lain-lain.

Seperti halnya sidik jari, tubuh kita juga memiliki bagian-bagian lain yang memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain. keunikan-keunikan tersebut menimbulkan gagasan bagi manusia untuk memanfaatkannya sebagai identitas diri. Seiring perkembangan teknologi, manusia menggunakan teknologi yang secara otomatis dapat mendukung dalam proses identifikasi seseorang. Teknologi inilah yang kita kenal dengan biometrik (teknologi semi konduktor). Biometrik merupakan metode untuk mengenali seseorang berdasarkan karakter fisik maupun perilakunya.

Saat ini ada banyak perusahaan yang mengembangkan teknologi biometrik untuk digunakan di perusahaan-perusahaan. Salah satu perusahaan ternama yang mengembangkan teknologi biometrik adalah International Biometric Group. IBG merupakan perusahaan yang menyediakan solusi dan jasa biometrik. Sejak 1996, IBG telah menjalankan bisnis untuk keamanan jaringan dan sistem identifikasi.

Baru-baru ini, IBG mengeluarkan Biometrics Market and Industry Reports 2007-2012 yang menyajikan analisis mengenai aplikasi dan teknologi biometric di pasar global. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi biometrik menggunakan AFIS/Live Scan paling banyak digunakan dengan prosentase 33,6%. Sementara itu teknologi biometrik sidik jari atau biasa kita kenal dengan Fingerprint menempat urutan kedua dengan 25,3%.

Meskipun biometrik sistem yang tersedia di pasaran dapat menggunakan berbagai bagian tubuh mulai dari tekstur wajah, suara, retina, iris dan denyut jantung, namun hand scanner dan finger scanner merupakan tipe yang paling banyak digunakan perusahaan-perusahaan untuk absensi.

Mengenai hal ini, Anil Jain, seorang professor dari Michigan State University yang menjalankan the school’s biometric research program dan memiliki hak paten penggunaan fingerprint mengatakan bahwa hand geometry machine atau mesin identifikasi menggunakan tangan lebih banyak digunakan untuk absensi kehadiran

karena teknologi ini sudah tersedia sejak 25 tahun yang lalu. Beberapa perusahan besar di Amerika Serikat yang menggunakan hand scanner diantaranya bergerak di bidang industri rumah sakit dan laboratorioum seperti Merck, Bristol-Myers Squibb, Pfizer dan DuPont. Ada juga nama-nama restoran ternama seperti McDonald’s, Burger King, Dunkin’ Donuts dan Papa John’s Pizza.

Sementara itu, fingerprint scanner yang merupakan teknik yang nomor dua paling banyak digunakan untuk absensi digunakan oleh perusahaan-perusahaan seperti IBM, Hertz, Disney, TJ Maxx, Nordstrom, GAP, Office Depot, dan lain-lain. Selain itu the Transportation Security Administration baru-baru ini juga memasang fingerprint scanner untuk 55.000 lebih karyawannya yang dipasang di lebih dari 450 bandar udara di seluruh Amerika Serikat.

Mmeskipun kebanyakan perusahaan sedang berjalan untuk mengotomatisasi timekeeping system namun biometrik masih digunakan dalam jumlah persentase yang kecil dalam pengumpulan data dan waktu kehadiran. Hal itu berdasarkan 2006 payroll benchmark research dari The Hacket Group dimana 33% perusahaan masih menggunakan paper time cards untuk absensi dan kehadiran karyawan.

Mencegah Penipuan

Teknologi biometrik saat ini cukup popular dan digunakan banyak perusahaan di berbagai industri. Bila dahulu biometrik lebih identik digunakan di instansi pemerintahan dan industri yang membutuhkan high-security system, saat ini perusahaan-perusahaan seperti pabrik, restoran, rumah sakit, laboratorium dan lain-lain mulai menggunakan biometrik menggantikan absensi manual atau kita kenal dengan mesin ‘ceklokan’, magnetic strip ID card sampai barcode.

Teknologi ini ibarat senjata bagi perusahaan untuk mendisiplikan karyawannya. Kedisiplinan merupakan faktor penting untuk terciptanya SDM yang berkualitas. Sehingga biasanya perusahaan akan memberikan perhatian pada hal-hal yang bisa meningkatkan keberhasilan secara efektif dan efisien. Untuk itu, salah satu paramater yang digunakan adalah kemampuan para karyawan untuk masuk kantor pada waktunya. Dengan adanya teknologi ini, praktis HRD akan terbantu ketika memantau jam keluar masuk karyawan.

Meskipun selain biometrik masih ada sistem absensi lain yang berbasis teknologi, namun sayangnya sisetm-sistem tersebut memiliki kelemahan tersendiri. Contohnya absensi menggunakan magnetic card. Oknum-oknum karyawan dapat dengan mudah melakukan kecurangan dengan menitipkan kartu absennya pada teman yang datang lebih awal, untuk kemudian minta diabsenkan. Dengan biometrik sistem, kemungkinan ini bisa direduksi meskipun tidak tertutup pula kemungkinan lain dari karyawan untuk melakukan kecurangan.

Romy Robb, payroll administrator di the Hilton Waterfront Beach Resort di Huntington Beach, California, seperti dikutip SHRM beralasan bahwa system ini mudah digunakan. Karyawan tidak harus menggunakan kartu absensi dan mencegah karyawan untuk ‘titip absen’. Ternyata tak hanya itu manfaat yang bisa diperoleh dari biometrik sistem. Selain untuk absensi, biometric system juga dapat diintergrasikan ke HR technology system seperti kompensasi dan payroll. Dengan berbagai kelebihannya, biometrik sistem tampaknya akan menjadi pilihan bagi perusahaan-perusahaan di berbagai industri.

ARTIKEL 3


[5/1/2006] Tingkat Keamanan Makin Ketat dengan Teknologi yang Tepat

Tingkat keamanan yang tinggi tidak selalu ditandai oleh jumlah petugas kemanan yang semakin banyak. Justru terletak dari teknologi yang digunakan. Bila petugas keamanan bertambah banyak, tapi penjahat semakin pintar menyamarkan diri dan barang bawaannya, tetap saja dapat terjadi kejahatan.

Menurut sistemnya biometrics sendiri terbagi atas tiga macam, yaitu:

1. Sistem yang menyimpan data langsung pada alat.
Dengan sistem ini, data akan disimpan pada media penyimpanan yang berada dalam alat detektor. Jika sewaktu-waktu mesin harus di-reset atau dikembalikan ke posisi awal, maka data yang ada dapat saja ikut terhapus. Sehingga petugas harus meng-input ulang. Jika data yang dimasukkan sangat banyak tentu akan sangat merepotkan, lain halnya bila data tidak terlalu banyak. Biometrics dengan sistem ini sangat cocok untuk diterapkan pada sebuah alat tertentu yang tidak digunakan oleh banyak orang atau untuk untuk melindungi sebuah ruang khusus, yang juga tidak diakses oleh banyak pengunjungnya.

2. Sistem yang menyimpan data pada jaringan.
Sistem yang kedua memanfaatkan jaringan untuk menyimpan datanya. Sistem yang kedua sangat efektif bagi aplikasi yang memang dipergunakan untuk banyak user. Misalnya saja untuk data absen karyawan atau siswa. Bentuk fisik yang ditampilkan oleh alat juga tidak perlu terlalu besar. Karena data tidak akan diproses langsung pada alat. Melainkan dikirim dahulu ke sebuah jaringan baru kemudian diproses dan disimpan. Sistem ini memang membutuhkan waktu lama.

Tetapi cukup efektif untuk data yang besar. Karena tidak akan terkena risiko data hilang pada saat proses reset pada alat harus dilakukan.

3. Sistem yang menyimpan data pada sebuah chip.
Sistem yang terakhir ini menggunakan media tambahan berupa chip untuk menyimpan data si pemilik ID. Sehingga untuk menggunakannya seseorang harus membawanya. Untuk sistem yang terakhir ini, akan sangat efektif diterapkan untuk yang memiliki pengguna sangat banyak atau bila alatnya hendak diletakkan di tempat umum. Misalnya saja untuk keamanan di mesin ATM atau hanya sekadar sebagai ID masuk dalam sebuah gedung.

Sedangkan bagian tubuh yang saat ini sudah mulai digunakan sebagai ID atau password adalah:

– Sidik Jari
Ini adalah bagian tubuh yang penggunaannya sangat populer baik sebagai ID maupun sebagai password. Sensor yang digunakan untuk men-scan sidik jari sangat bervariasi. Ada sensor yang hanya dapat memeriksa satu sidik jari saja ada yang dapat memeriksa lebih dari satu sidik jari.

Luka pada sidik jari dapat mengakibatkan sidik jari sulit dideteksi. Namun, bukan berarti tidak bisa. Selama luka tersebut tidak terlalu dalam ada beberapa sensor yang masih dapat
mengenalinya. Tentu saja sensor-sensor dengan ketajaman seperti ini akan lebih mahal harganya ketimbang sensor sidik jari dengan ketajaman biasa.

Penerapan sidik jari sebagai bagian dari sistem keamanan kini sudah se makin luas. Bahkan saat ini sudah ada mouse yang penggunaannya membutuhkan sidik jari penggunanya.

– Geometris Tangan
Lain sidik jari lain pula yang dimaksud dengan geometris tangan atau yang dikenal juga dengan bentuk tangan. Nilai-nilai yang menjadi bagian dari datanya adalah, ukuran tangan, bentuk telapak tangan, sampai bentuk dan ukuran masing-masing jari. Sensor yang digunakan untuk mendeteksi geometris tangan berbeda dengan sensor yang digunakan untuk mendeteksi sidik jari. Cara pengambilan sampel juga lebih rumit, karena harus dilakukan dari berbagai perspektif. Oleh sebab itu, biometrics ini dianggap lebih akurat dan lebih sulit untuk dipalsukan datanya. Namun, proses pengaksesan juga akan berjalan lebih lama. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan menggunakan sistem ini untuk ruangan yang terbuka atau untuk aplikasi yang dimanfaatkan oleh banyak orang (seperti absensi).

– Mata
Mata manusia sangat unik. Meskipun secara kasat mata, setiap bola mata manusia hampir sama. Ada dua bagian yang kerap menjadi bagian dari biometrics mata, yaitu retina dan iris mata. Iris mata lebih mudah penggunaannya dibandingkan dengan retina mata. Untuk menganalisis retina mata, seorang pengguna harus menatap pada fokus yang telah ditentukan dan proses analisis juga tidak akan dapat dilakukan bila user menggunakan kaca mata.

Lain halnya dengan iris mata. Teknologi dengan iris mata tidak sesulit retina mata. User tidak perlu menatap lurus ke fokus. Dan pengguna kaca mata masih dapat dikenali.

– Bentuk Wajah
Teknologi biometrics yang menganalisis bentuk wajah sudah juga digunakan di beberapa tempat. Salah satunya bandara. Perangkat yang difungsikan sebagai sensor untuk teknologi ini umumnya adalah kamera CCTV biasa. Dan sistem yang digunakan adalah sistem yang datanya disimpan dalam sebuah jaringan. Sedangkan proses kerjanya adalah sebagai berikut. Gambar yang diperoleh oleh kamera CCTV secara otomatis akan diolah oleh komputer yang terhubung langsung dengan data kepolisian. Setiap wajah yang lewat akan dilihat kecocokannya dengan data yang ada pada jaringan. Jika ada kemiripan, maka nyala alarm akan berbunyi dan memberi tahu kepada petugas.

Untuk menggunakan bentuk wajah sebagai bagian dari sistem keamanan, sampel yang diambil harus lengkap, artinya pengambilan sampel harus dilakukan dari berbagai arah. Sama halnya seperti pada penggunaan geometris tangan.

– Suara
Gelombang suara juga dapat dijadikan identitas yang unik. Namun sayangnya, untuk yang satu ini keadaan sekitar sangat mempengaruhi. Sehingga untuk menerapkannya harus benar-benar di ruangan atau lingkungan yang tidak ramai. Dan semakin tinggi toleransi yang dimiliki oleh sebuah sensor akan membuat harga sensor akan semakin tinggi.

Metal Detector
Ini adalah alat yang paling sering ditemui masyarakat belakangan ini sejak merebaknya isu terror bom di Indonesia. Di mana-mana petugas keamanan baik gedung kantor sampai tempat hiburan dan belanja sibuk menenteng-nenteng alat berwarna hitam. Alat ini biasa ditempelkan pada barang bawaan pengunjung. Untuk mengetahui apakah pengunjung membawa barang berbahaya atau tidak. Selain dengan alat semacam pentungan berwarna hitam, kadang pengunjung juga harus melewati sebuah alat yang menyerupai gawang kecil. Bila pengunjung mengantongi perangkat berbahan logam atau metal seperti ponsel, maka alat itu akan berbunyi nyaring sekali. Begitu juga dengan alat berwarna hitam yang
menyerupai pentungan tersebut.

Alat ini dikenal juga dengan sebutan metal detector. Fungsinya adalah untuk mengetahui keberadaan komponen logam atau metal yang berada pada targetnya. Pada tempat-tempat tertentu, keberadaan metal detector memang membantu kemanan gedung. Namun, apa yang diamankan oleh metal detector? Tidak lain adalah semua komponen yang mengandung logam. Mulai dari benda tajam seperti pisau, gunting, penggaris sampai pena, dan ponsel. Semuanya akan memancing bunyi sebuah metal detector.

Jika untuk melindungi sebuah tempat dari pengunjung yang membawa sebuah bom. Alat keamanan ini dapat dikatakan kurang efektif, karena bahan kimia tidak akan dapat terdeteksi oleh alat ini. Dan pada umumnya, bom terbuat dari campuran bahan kimia.

Dalam melakukan proses deteksi, metal detector menggunakan kawat tembaga sebagai pengumpan sinyal. Bila sinyal tersebut bertabrakan dengan logam, maka akan terjadi medan magnet yang menyebabkan echo (gema) yang panjang.

Namun, keberadaan metal detector sendiri kini tidak lagi dapat dijadikan satu-satunya komponen keamanan. Karena sangat sering apa yang dibawa oleh pengujung digeledah. Hal ini tentu saja mengganggu hak privasi seseorang. Oleh sebab itu, bila sebuah institusi ingin menjaga keamanan tempatnya tanpa harus melanggar hak privasi pengunjungnya, maka ia harus menyediakan sebuah alat deteksi lain yang lebih sopan. Salah satu contohnya X-Ray.

ARTIKEL 4

Sistem Biometrik Pembuluh Darah di Jari

foto Sistem Biometrik Pembuluh Darah di Jari

Teknologi pembuktian menggunakan Pembuluh Darah di Jari dari Hitachi adalah salah satu teknologi pengidentifikasian biometrik yang paling maju. Dalam biometrik, ada beberapa metode yang digunakan yang didasarkan kepada sidik jari, selaput mata, dan suara. Namun demikian metode ini terkadang memiliki tingkat keamanan yang rendah karena fitur-fitur dalam metodenya terekspos di luar tubuh manusia dan dapat saja dipalsukan. Untuk mengatasi masalah ini Sistem Biometrik Pembuluh Darah di Jari dari Hitachi mengidentifikasi pola-pola yang ada di dalam tubuh manusia, sehingga mengurangi ketidaktepatan dan meningkatkan kehandalan dan keamanan.

ARTIKEL 5

PRIMA TIME ATTENDANCE SYSTEM

Teknologi Biometrics, yaitu pengukuran terhadap karakteristik fisikal yang unik, adalah solusi yang ideal bagi permasalahan identifikasi secara digital. Biometrics memungkinkan kita untuk mengidentifikasikan diri kita kepada perangkat digital.
Fisik yang telah dikembangkan antara lain: wajah, alis atau retina mata, suara, dll. Sidik Jari merupakan fisik yang telah dikembangkan sejak lama.

Kemajuan yang drastis dari Biometrics telah membuat perangkat Time & Attendance menjadi lebih berperan sebagai perangkat absen, baik untuk karyawan kantor, pekerja pabrik, pekerja garment, ataupun untuk mahasiswa/siswa sekolah.

Prima Attendance System dirancang untuk membantu pengolahan informasi personalia, termasuk absensi yang menggunakan Fingerprint sensor, Password Key-In, atau dapat dilakukan secara manual.

Fungsi utama dari sistem ini adalah sebagai information provider terhadap kebutuhan informasi personalia yang dapat diakses secara on-line oleh setiap jenjang jabatan pada struktur organisasi perusahaan sesuai dengan hak akses masing-masing penggunanya

LINGKUP PRIMA TIME ATTENDANCE SYSTEM

1. STRUKTUR ORGANISASI

  • Struktur organisasi meliputi: Tugas (Task) dan Tanggungjawab (Responsibility), termasuk persyaratan (Qualifications) dari semua jabatan yang tersedia.
  • Tiga jenjang dari struktur ini adalah: Departemen, Bagian/Section, dan Jabatan pada masing-masing Section tersebut.

2. DATA KARYAWAN

  • Pengelolaan Data Karyawan, mulai dari Penerimaan Karyawan Baru, Karyawan mengundurkan diri atau PHK, Mutasi Jabatan, dst.
  • Informasi Karyawan yang dikelola termasuk Foto karyawan yang bersangkutan untuk keperluan identifikasi visual ataupun untuk pencetakan Kartu Tanda Pengenal (ID Card) dan Kartu Nama.
  • Perubahan (update) terhadap karyawan yang terkait dengan Penggajian, dapat diposting secara automatis ke Prima Payroll System.
  • Sebagai options, sistem juga dilengkapi dengan track record karyawan, riwayat kesehatan, kondite, dan penghargaan.

3. KALENDAR KANTOR

  • Pengaturan Hari Kerja dan Hari Libur, termasuk catatan Perayaan/Hari Besar.
  • Catatan Aktivitas termasuk aktivitas yang berulang seperti pembayaran rekening telepon setiap bulan, dikelompokkan berdasarkan 3 katagori, yaitu: catatan kantor, catatan departemen, dan catatan personal/pribadi.

4. SHIFT SCHEDULE

  • Pengelolaan Jam Masuk Kantor dan Keluar Kantor pada Hari Kerja dan Hari Libur.
  • Pengaturan Shift Karyawan.
  • Pengaturan Cuti dan Ijin lainnya.

5. ABSENSI KARYAWAN

  • Absensi Karyawan pada saat jam masuk kantor dan jam keluar kantor.
  • Dapat dilakukan secara manual, menggunakan keyboard (password key-in), atau menggunakan FingerPrint sensor.
  • Pengajuan Ijin/Cuti termasuk persetujuannya.

SPESIFIKASI TEKNIS

  1. Dijalankan secara Single atau Multi user.
  2. Dilengkapi multi-level security system, dimana setiap user diatur hak pakainya, sehingga keamanan akses dapat dijamin.
  3. Data dikelola oleh Microsoft SQL Server.
  4. User/Client menggunakan PC yang dijalankan menggunakan sistem operasi Windows.
  5. User Interface dikembangkan menggunakan Microsoft Access Project, processing menggunakan Visual Basic for Application.
  6. Standarisasi sistem dan pengoperasian dirancang sedemikian sehingga para pemakai sistem dapat mengoperasikan sistem dengan tata cara yang sama/serupa.
  7. Sistem menyediakan fasilitas export ke aplikasi lain seperti Microsoft Word, Excel, dsb. sehingga data/informasi dapat diolah lebih jauh menggunakan aplikasi tersebut.

~ oleh wasiit07 pada November 3, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: